Setiap Anak Berharga | Hari Kemeja Oranye CIS: Mengenang dan Peduli
Setiap tahun dari akhir September hingga awal Oktober, sekolah-sekolah di Kanada mengadakan“Hari Kemeja Oranye”untuk memperingati anak-anak Pribumi yang menderita perlakuan tidak adil di sekolah berasrama dan untuk mengingatkan orang-orang agar merenungkan rasa hormat dan inklusi budaya.

Tahun ini menandai kali kedua CIS menyelenggarakan acara peringatan khusus ini, yang memungkinkan siswa tidak hanya untuk mempelajari peristiwa bersejarah ini tetapi juga untuk mengambil bagian dalam kegiatan kreatif yang bermakna.

Asal Usul Hari Kemeja Oranye
Penjajah Eropa mendirikan sistem "Sekolah Asrama Indian" di Amerika Utara.Pada tahun 1973, seorang gadis pribumi berusia 6 tahun, Phyllis Webstad,Ia tinggal di cagar alam Dog Creek dekat Williams Lake di British Columbia. Neneknya membelikannya kemeja oranye sebagai hadiah karena masuk sekolah berasrama.
Namun, ketika Phyllis tiba di sekolah, kemeja itu disita dan tidak pernah dikembalikan. Phyllis merasa identitas dan budayanya telah dirampas. Bertahun-tahun kemudian,Dia meluncurkan gerakan "Hari Kemeja Oranye" untuk memperingati para penyintas sekolah berasrama dan merenungkan sejarah yang menyakitkan ini.Gerakan tersebut kemudian menyebar luas di seluruh Kanada dan secara internasional.

Buat kaos berwarna oranye untuk
mewakili peringatan
Acara Hari Kemeja Oranye tahun ini sederhana namun bermakna. Dari taman kanak-kanak hingga sekolah dasar dan menengah, guru dan siswa bekerja sama untuk menghias kaos, mengekspresikan dukungan mereka terhadap slogan tersebut.“Setiap Anak Berharga.”





Geser ke kiri untuk melihat foto lainnya
Foto-foto acara Hari Kemeja Oranye ECE





Geser ke kiri untuk melihat foto lainnya
Foto-foto ESKelas 1 sampai 3acara Hari Kemeja Oranye





Geser ke kiri untuk melihat foto lainnya
Foto-foto acara Hari Kemeja Oranye untuk siswa kelas 4 hingga 6 SD.





Geser ke kiri untuk melihat foto lainnya
Foto-foto acara Hari Kemeja Oranye ES
Ikat pita sebagai simbol
komitmen dan kepedulian
Puncak acara tersebut adalah upacara pita oranye, di mana para siswa menulis nama mereka di pita dan menggantungkannya di pohon di aula, melambangkan peringatan akan sejarah sekolah berasrama dan komitmen terhadap masa depan.



Upacara Pita Oranye ECE



Upacara Pita Oranye ES



Upacara Pita Oranye SS
Terakhir, semua orang mengenakan kaos oranye untuk foto grup, menunjukkan persatuan dan kehangatan keluarga CIS.

Melalui acara Hari Kemeja Oranye, mahasiswa CIS tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah berbagai negara, tetapi juga mengekspresikan komitmen mereka terhadap masa depan melalui kreativitas dan tindakan. Acara ini memungkinkan semua orang untuk merasakan kekuatan persatuan dan kasih sayang, sekaligus memperdalam rasa hormat dan pemahaman terhadap beragam budaya. Hari Kemeja Oranye akan terus menginspirasi kita untuk secara kolektif fokus pada, merenungkan, dan berupaya mengubah masa depan.


Pendidikan IB PYP








