Setiap Anak Penting! Pada hari ini, kami dengan tulus mengenakan pakaian oranye!

Saat kita memulai tahun ajaran baru, Anda mungkin melihat sesuatu yang mencolok jika Anda akrab dengan atau pernah mengalami budaya Kanada: sekitar waktu ini, banyak orang di jalan-jalan dan kampus-kampus di Kanada mengenakan pakaian kaos oranye dengan kata-kata "Setiap Anak Penting" terpampang di atasnya.
Ini mungkin "kejutan budaya" pertama Anda di Kanada, tapi apa cerita di baliknya?

Asal Mula Hari Baju Oranye
Sejarah Hari Baju Oranye kembali ke babak kelam dalam sejarah Amerika Utara ketika penjajah Eropa mendirikan sistem Sekolah Asrama Indian (Indian Residential Schools/IRS) di Kanada dan Amerika Serikat.
Pada tahun 1973, seorang gadis muda Pribumi bernama Phyllis Webstad, yang tinggal di cagar alam Dog Creek dekat Danau Williams, British Columbia, sangat bersemangat untuk bersekolah di salah satu sekolah asrama ini. Meskipun kesulitan keuangan, neneknya membelikannya kemeja oranye baru untuk menandai peristiwa tersebut. Namun, sesampainya di sekolah, baju Phyllis disita dan tidak pernah dikembalikan. Momen ini membuat perasaannya dilucuti dari identitas dan budayanya, dan kemeja oranye menjadi simbol dari pengalaman menyakitkan itu.
Beberapa dekade kemudian, pada tahun 2013, Phyllis berbagi kisahnya, yang memicu terciptanya Hari Baju Oranye, sebuah gerakan untuk menghormati para penyintas sekolah asrama dan mengingatkan dunia akan dampak abadi dari sejarah yang sulit ini. Sejak itu, Hari Baju Oranye mendapat pengakuan nasional di seluruh Kanada dan bahkan menjangkau khalayak internasional.

CIS memperingati
Hari Kemeja Oranyedengan
acara khususpada tanggal 14 Oktober.
Memahami Sejarah
Hari Baju Oranye
Siswa belajar tentang sejarah Sekolah Perumahan India di Kanada, asal mula Hari Baju Oranye, dan ketidakadilan yang dihadapi anak-anak Pribumi di sekolah-sekolah tersebut. Melalui pembelajaran ini, siswa merefleksikan konsekuensi serius dari rasisme dan diskriminasi budaya, sekaligus memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya merangkul keberagaman dan mendorong inklusivitas.

Membuat Kaos Oranye Sendiri
Setiap siswa mempunyai kesempatan untuk mendesain kaos oranye mereka sendiri, yang menampilkan pesan yang kuat "Setiap Anak Penting."
Mereka juga berpartisipasi dalam upacara simbolis, mengikatkan pita oranye dengan nama mereka tertulis di pagar untuk menghormati anak-anak yang terkena dampak sekolah asrama. Selain itu, para siswa berkolaborasi membuat pajangan kaos berukuran besar yang kini dipajang di aula utama sekolah.




Makan Siang Seadanya Thanksgiving
Selain kegiatan Hari Kemeja Oranye, CIS juga mengadakan acara makan bersama ala Thanksgiving Kanada. Guru dan siswa berbagi hidangan Thanksgiving tradisional yang meliputi memotong dan menikmati kalkun.
Makan siang bersama ini menyediakan platform bagi siswa internasional kami untuk berbagi tradisi budaya mereka, memicu percakapan tentang persamaan dan perbedaan antara berbagai budaya. Melalui pertukaran ini, siswa mengembangkan apresiasi yang lebih dalam terhadap multikulturalisme dan mempelajari nilai rasa hormat dan pemahaman di berbagai budaya yang berbeda.

Mengabadikan Momen: "Foto Keluarga"
Sebagai simbol persatuan dan saling mendukung, para siswa dan guru, semuanya mengenakan kemeja oranye, berkumpul di atas panggung untuk mengambil "foto keluarga" yang tak terlupakan.
Foto ini mewakili komitmen CIS untuk menentang penindasan dan melindungi setiap anak. Bersama-sama, kami berharap tindakan kebaikan dan cinta akan menjadikan penindasan sebagai masa lalu.

CIS bangga menjadi satu-satunya sekolah internasional K-12 di Greater Bay Area yang disetujui oleh pemerintah Tiongkok dan Kanada.
Siswa kami terdaftar di pemerintah Kanada pada saat pendaftaran, dan setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas, mereka diberikan ijazah resmi Kanada, yang membuka jalan untuk masuk ke universitas bergengsi di seluruh dunia.
CIS: Sebuah Sekolah dengan
Perspektif Global
Di CIS, kami sangat menekankan pada pengembangan perspektif dan kompetensi global siswa kami.

Pada tahun 2017, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) meluncurkan Kerangka Kompetensi Global PISA 2018 di Universitas Harvard, yang mendefinisikan kompetensi global sebagai kemampuan untuk menganalisis secara kritis isu-isu lokal, global, dan budaya, memahami dan menghargai beragam perspektif, terlibat dalam komunikasi yang saling menghormati, dan mengambil tindakan yang bertanggung jawab menuju kesejahteraan kolektif dan pembangunan berkelanjutan.

Di CIS, kami memahami bahwa kesejahteraan fisik dan mental remaja merupakan masalah yang sangat memprihatinkan bagi seluruh masyarakat. Membangun karakter yang kuat adalah inti dari pendidikan berkualitas. Melalui acara penuh makna seperti Hari Baju Oranye, kami bertujuan untuk menghadirkan lebih banyak warna dan kehangatan di hati setiap anak, memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi keberagaman, inklusi, dan rasa hormat terhadap semua orang.



Pendidikan IB PYP








