Keluarga Peduli CIS|Milly & Zenith: Tumbuh dalam Cinta

CIS baru saja memulai tahun ajaran barunya, dan keluarga serta anak-anak secara bertahap menyesuaikan diri dengan ritme dan lingkungan belajar yang baru. Hari ini, kami mewawancarai sebuah keluarga yang memilih CIS. Melalui pengalaman bersama sebagai orang tua, kami memperoleh wawasan tentang upaya dan pencapaian yang telah dicapai keluarga ini dalam pertumbuhan anak-anak mereka.

Keluarga Zhou:
Tuan Zhou, istrinya Cathy, dan ketiga anak mereka.
Dua anak di keluarga ini: Milly (8 tahun) duduk di kelas 3 CIS, dan Zenith (3 tahun) duduk di kelas PK3 di TK. Menurut ibu mereka, Cathy, hanya dalam waktu dua minggu, kedua anak tersebut telah menunjukkan kemajuan luar biasa dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di CIS. Mereka tidak hanya berprestasi secara akademis, namun mereka juga mengalami pertumbuhan holistik melalui berbagai aktivitas.
Warisan Keluarga:
Semangat Amal dan
Nilai-Nilai Golf
Keluarga ini sangat menyukai pekerjaan amal. Kakek dari anak tersebut, Zhou Zhikun, telah terlibat dalam kegiatan amal selama hampir 20 tahun. Bahkan setelah pensiun, ia terus berkontribusi pada kegiatan amal dan memegang posisi penting di beberapa proyek amal penting.
Kakek dan ayah Milly dan Zenith
selalu bersemangat tentang pekerjaan amal.



Semangat beramal keluarga tidak hanya tercermin dalam tindakannya saja, namun juga diwariskan sebagai teladan bagi generasi penerus melalui perkataan dan perbuatannya.


Di bawah pengaruh keluarganya,
Milly telah aktif terlibat dalam kegiatan amal
untuk waktu yang lama.
Pada saat yang sama, golf mempunyai tempat penting dalam keluarga ini. Tiga generasi sama-sama menyukai olahraga ini dan sering berlatih bersama. Cathy, sang ibu, secara khusus menekankan bagaimana golf memupuk ketekunan dan fokus. Kedua anak tersebut telah berkomitmen untuk berlatih golf selama bertahun-tahun dan telah mencapai hasil yang signifikan, terutama Milly, yang menyelesaikan kompetisi dalam kondisi cuaca buruk, menunjukkan ketangguhannya. Semangat ini tidak hanya terpancar dalam olahraga tetapi juga mempengaruhi setiap aspek kehidupan mereka sehari-hari.




Dalam perjalanan mengasuh anak, keluarga Zhou berfokus pada penanaman rasa tanggung jawab, ketekunan, dan disiplin melalui amal dan golf. Mereka percaya bahwa menghormati individualitas dan kepentingan anak-anak mereka, sambil memberi mereka kebebasan untuk membuat pilihan, adalah kunci untuk menumbuhkan tanggung jawab dan kepercayaan diri.
Filosofi Pengasuhan dan Praktik Sehari-hari: Menumbuhkan Tanggung Jawab
dan Kemerdekaan
Cathy belajar di Inggris dan kemudian melanjutkan pendidikan lebih lanjut sambil menemani putrinya di Hong Kong, menjaga komitmen untuk belajar seumur hidup. Selama ini, ia memperoleh gelar Master of Arts dalam Pengajaran Bahasa Mandarin sebagai Bahasa Asing dari Universitas Politeknik Hong Kong. Prestasi ini mencerminkan dedikasinya terhadap pertumbuhan pribadi dan profesional, dan menjadi teladan yang kuat bagi anak-anaknya.
Ia juga menekankan integrasi minat dan akademik, mendorong anak-anaknya untuk belajar mengatur waktu secara mandiri. Hal ini tidak hanya membantu mereka mengembangkan kebiasaan baik tetapi juga menumbuhkan kemandirian yang lebih besar. Putri sulungnya saat ini sedang belajar mandiri di Hong Kong, dan pengalamannya hidup mandiri telah menjadi teladan bagi Milly dan Zenith.
Cathy menjaga kontak sehari-hari dengan putri sulungnya melalui panggilan video atau WeChat, terus mendapatkan informasi terbaru tentang studi dan kehidupannya. Cara komunikasi ini juga diterapkan dalam pendidikan Milly dan Zenith, terutama dengan Milly yang semakin menunjukkan peningkatan inisiatif dan kemandirian di kelas CIS-nya.

Dia berani berkomunikasi dalam bahasa Inggris, aktif mengajukan pertanyaan, dan tumbuh menjadi siswa muda yang percaya diri.

Milly berkomunikasi dengan percaya diri
dengan Kepala Sekolah CIS, Nathan.
Alasan Memilih CIS
dan Kemajuan Anak
Keluarga ini memilih CIS terutama karena pengalaman sekolah internasionalnya selama lebih dari 20 tahun, staf pengajar yang unggul, dan sumber daya belajar yang kaya. CIS menawarkan beragam kurikulum dan filosofi pendidikan internasional yang selaras dengan nilai-nilai pendidikan mereka.
Putri mereka, Milly, telah menunjukkan kemajuan luar biasa dalam studi Kelas 3 di CIS. Dia tidak hanya percaya diri mengekspresikan dirinya dalam bahasa Inggris tetapi juga aktif berpartisipasi dalam diskusi kelas dan mengembangkan kebiasaan menyelesaikan tugasnya secara mandiri.

Milly di kelas K3
Putra bungsu mereka, Zenith, juga dengan cepat beradaptasi dengan kehidupan taman kanak-kanak hanya dalam waktu dua minggu, meningkatkan keterampilan perawatan diri dan belajar mengikuti peraturan.

Kelas Zenith di PK3.
Ungkapan Rasa Syukur
pada Hari Guru
Tahun ini di Hari Guru, Milly dan Zenith membuat kue dan tanaman dalam pot dengan tangan untuk diberikan kepada guru mereka.




Milly membuat kue secara mandiri
bagi gurunya untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya.



Zenith dan saudara perempuannya Milly
mengemas tanaman dalam pot untuk diberikan kepada guru mereka.
Cathy menceritakan bahwa melalui kegiatan ini, ia berharap anak-anaknya dapat mengapresiasi keindahan halus dalam kehidupan sehari-hari dan belajar pentingnya bersyukur. Meski kuenya tampak sederhana, anak-anak menaruh hati dalam setiap langkahnya, mulai dari memilih bahan hingga membuat kue. Hal ini tidak hanya merupakan ungkapan terima kasih kepada para guru tetapi juga merupakan pembelajaran bagi anak-anak untuk menemukan keindahan dan menjalani hidup dengan cara yang bermakna.
Kolaborasi Rumah-Sekolah:
Mendukung Pertumbuhan Anak Bersama
Bapak Zhou, sang ayah, mengungkapkan rasa terima kasihnya yang sebesar-besarnya kepada staf pengajar CIS atas perhatian dan dukungan mereka terhadap anak-anak. Kedua orang tua menjaga kelancaran komunikasi dengan sekolah, dan baik itu masalah akademik atau perkembangan emosi anak, guru selalu memberikan umpan balik tepat waktu, membantu anak membuat kemajuan menyeluruh. Kolaborasi antara orang tua dan sekolah telah memberikan mereka keyakinan terhadap masa depan anak-anaknya.
Melihat ke Masa Depan
Tuan Zhou dan Cathy menaruh harapan besar terhadap masa depan anak-anak mereka. Mereka berharap anak-anaknya tidak hanya maju secara akademik, tetapi juga tumbuh dalam karakter, ketekunan, dan manajemen diri. Cathy berkata, “Kami ingin anak-anak kami menjadi warga global yang bertanggung jawab dan berpikiran mandiri, yang merupakan salah satu alasan utama kami memilih CIS.”
Melalui kemitraan erat mereka dengan CIS, keluarga ini telah menciptakan lingkungan yang mendukung dan penuh peluang bagi pertumbuhan anak-anak mereka. Dengan pendidikan CIS, anak-anak siap untuk bergerak menuju masa depan yang lebih luas dan cerah.
